Proyek Irigasi Amping Parak Timur Rawan Masalah

PESSEL – RELASIPUBLIK – Kurangnya singkronisasi antara Walinagari Amping Parak Timur, Saparudin dengan pihak CV. Nisa Kontruksi, Pelaksanaan proyek Irigasi Amping Parak Timur Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) bakal berbuntut rawan masalah .

Proyek yang bersumber dari APBD Provinsi melalui Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air ( PSDA) Sumatera Barat senilai Rp 2,3 Milyar tahun anggaran 2019 itu, dikerjakan dengan menggunakan material lokal .

Selain itu, rekanan pelaksana terlihat tidak memasang papan Informasi sebagaimana layaknya kegiatan yang menggunakan dana Pemerintah .

Walinagari Amping Parak Timur, Saparudin kepada Relasipublik.com, Senin (09/09) mengatakan, bahwa waktu akan memulai proyek dan pembebasan lahan masyarakat, dia di libatkan secara penuh, tetapi disaat semuanya sudah beres dan proyek akan dimulai, dia sebagai wali nagari ditinggalkan begitu saja.

“Waktu akan memulai proyek dan pembebasan lahan masyarakat, saya di libatkan secara penuh, tetapi disaat semuanya sudah beres dan proyek akan dimulai, saya sebagai wali nagari ditinggalkan begitu saja,” ujarnya

“Ujang saribaganti sebagai pengawas, seenak perutnya mengasih peran dalam proyek tersebut kepada orang yang kontra terhadap saya, yaitu Asri Datuak Putiah. Ini sudah jelas tidak fair dalam etika berpolitik,” ketusnya .

Salah anggota LSM PENJARA , Paris saat itu juga mengoroti pelaksanaan kegiatan yang tidak memasang plang anggaran pada proyek yang telah dimulai .

Berpedoman kepada tata kerja dan kurangnya singkronisasi antara rekanan pelaksana dengan Walinagari, tidak tertutup kemungkinan Proyek Irigasi Amping Parak Timur itu bakal bermasalah, ujarnya.

Konsultan proyek, Doni melalui hp selulernya menyampaikan, pelaksanaan proyek sudah di mulai selama tiga hari. Pekerjaan adalah pemasangan batu untuk saluran air dan jalan inspeksi pertanian. Kalau untuk luas dan panjang belum kami hitung secara rinci, tandasnya . (Adi Kampai)