Pelatihan Dasar (Latsar) Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan CPNS 2019, Resmi Ditutup

PESSEL, RELASIPUBLIK – Pelatihan Dasar (Latsar) Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan CPNS Kabupaten Pesisir Selatan Propinsi Sumatera Barat Resmi ditutup.

Penutupan tersebut dilakukan oleh Bupati Pessel, diwakili Ir. Erizon Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Selatan Sabtu 31 Agustus 2019, penutupan Latsar juga dihadiri oleh Kepala Opd dilingkup pemda pessel, bertempat di Aula Pertemuan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pessel.

Sebanyak 251 peserta Latsar CPNS Kabupaten Pesisir Selatan dinyatakan lulus setelah melewati selama 51 hari dengan rincian lulus dengan sangat memuaskan.

Erizon dalam sambutannya saat menutup Latsar CPNS mengucapkan terima kasih kepada BPSDM Provinsi Sumbar atas terselenggaranya Latsar CPNS ini. “Latsar ini kita lakukan dalam rangka memperkuat potensi SDM CPNS kita,” katanya.

Dengan berakhirnya Latsar ini, kami meminta kepada seluruh peserta agar dapat mengimplementasikan segala ilmu yang mereka peroleh selama pelatihan.

“Saya harap semuanya dapat bekerja secara optimal memberikan pelayanan terbaik,” harapnya.

Kita berharap agar CPNS yang telah ikut latsar dapat tampil sebagai pembicara sekaligus pendengar yang baik.

“Pembelajaran sesungguhnya ketika kita ada di lapangan. Untuk itu, jadilah pengelola informasi untuk memecahkan solusi,” imbuhnya.

Jangan lupa ilmu yang telah didapatkan selama mengikuti kegiatan Latsar dapat diterapkan dalam tugas sehari-hari sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN),” jelasnya.

Sementara Dr. H. Jefrinal Arifin, SH. M.Si Kepala BKPSDM Propinsi Sumatera Barat , menyebutkan pelaksanaan Latsar berlangsung tertib dan efektif.

“Selama Latsar, telah mengikuti beberapa hari pembelajaran di kelas. Ini kita lakukan dalam rangka mengukur dan evaluasi kinerja, sikap, perilaku, akademik, dan aktualisasi. Di tempat yang sama, Jefrinal Arifin juga menyebutkan 251 CPNS adalah harapan negara.

“Kalian adalah amunisi baru yang harus memberi pelayanan yang baik. Untuk itu, tidak ada alasan lagi masyarakat tidak terlayani dengan baik,” tegasnya,

Dia menambahkan, ASN harus memiliki 5 agenda, yakni intelektual, sosial, fisik, finansial, dan spiritual. (Wempi Hardi. SH)