Nongkrong dan Merokok Saat Jam Sekolah, Sembilan Pelajar Diciduk Pol PP

PAINAN, RELASIPIBLIK – Seperti tak pernah jera, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Pesisir Selatan kembali mengamankan Sembilan pelajar yang kedapatan keluyuran saat jam sekolah, Rabu (26/2).

Mereka yang diamankan berasal dari Tiga sekolah berbeda, yakni 3 orang asal siswa SMAN 2 Sutera, 4 orang siswa SMK Adi Karya Balai Selasa, dan 2 orang siswa SMAN 1 Ranah Pesisir.

“Saat kami amankan, mereka kedapatan sedang asik nongkrong sambil merokok di warung dekat sekolah masing-masing,” kata Kasat Pol PP dan Damkar Dailipal pada wartawan di Painan.

Menurutnya, sejumlah siswa yang diamankan saat itu berkat informasi masyarakat yang mengaku resah dengan geliat para pelajar tersebut. Sebab, berpengaruh buruk terhadap lingkungan sekolah dan siswa lainnya.

“Laporan tersebut langsung kami tindaklanjuti dengan menerjunkan sejumlah personel kelapangan. Ternyata memang kedapatan sejumlah pelajar yang sedang asik nongkrong, makan, merokok, saat jam pelajaran masih berlangsung,” ucapnya lagi.

Ia mengatakan, pelajar yang diamankan tersebut, langsung digiring ke sekolah masing-masing untuk dilakukan pembinaan serta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.

“Dihadapan para guru, kepala sekolah, dan orang tua, mereka diminta menandatangani surat perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatannya,” ujarnya.

Terkait persoalan tersebut, Dailipal mengajak para guru dan orangtua, mesti mengambil sikap dan melakukan pengawasan penuh terhadap pelajar yang sering berkeluyuran saat proses belajar mengajar masih berlangsung.

“Tidak ada salahnya masyarakat melakukan peneguran keras terhadap pelajar yang membandel tersebut. Sebab, bakal merusak generasi muda kita kedepannya. Jangan biarkan mereka nongkrong saat jam pelajaran masih berlangsung,” tuturnya.

Ia menyebutkan, pihaknya bakal terus melakukan razia rutin terhadap pelajar yang sering keluyuran saat jam sekolah. Jika masih kedapatan siswa yang sama, maka tidak menutup kemungkinan sanksi berat menanti.

“Dari itu kami sangat berharap dukungan dari seluruh elemen masyarakat untuk menertibkan para siswa yang membandel ini. Jika tidak, maka tidak akan tercapai secara maksimal,” ujarnya. (kis)