Masyarakat Dukung Rusunawa Jadi lokasi Ruang Isolasi

PAINAN, RELASIPUBLIK – Masyarakat Kampung Muaro Nagari Painan Selatan, Kecamatan IV Jurai Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat, bersedia menerima rencana Pemkab Pessel menjadikan rumah susun sewa (Rusunawa) yang ada di kampung mereka sebagai lokasi ruang isolasi Covid 19.

” Alhamdulillah, masyarakat mendukung dan dapat memahami pentingnya ruang isolasi untuk menghindari menyebaran virus Corona,” kata kata Kabag Humasy dan Protokoler Setda Pesisir Selatan, Rinaldi Minggu (29/3).

Dikatakan, diperolehnya kesepakatan antara masyarakat Kampung Muaro Painan Selatan, dan pemerintah daerah, setelah dilakukan pertemuan antara perwakilan masyarakat dengan Bupati Hendrajoni di operation room kantor bupati setempat, Sabtu (28/3).

Dalam pertemuan tersebut, katanya, bupati didampingi Sekda Erizon serta sejumlah pejabat pemkab sedangkan, masyarakat Muaro Painan dipimpin langsung oleh Wali Nagari Painan Selatan, Martodi.

Pada pertemuan tersebut, lanjutnya, Bupati Hendrajoni menjelaskan bahwa ruang isolasi diperlukan untuk memudahkan mengobservasi warga masyarakat yang baru datang dari daerah terjangkit atau warga yang pernah kontak dengan pasien positif corona.

” Mereka diisolasi untuk memudahkan petugas melakukan pemantauan kesehatan mereka,” kata bupati pada kesempatan itu.

Selain itu, ruang isolasi diperlukan untuk memastikan mereka tidak bepergian kemana mana selama 14 hari, dan gedung rusunawa yang menjadi ruang isolasi dikawal oleh Satpol PP dan Polisi selama 24 jam.

Ditambahkan bila dalam jangka waktu 14 hari secara medis mereka tidak terbukti tertular Covid 19, maka mereka dipulangkan kembali kepada keluarga. Sebaliknya jika secara medis diduga tertular Covid 19 segera dirujuk ke rumah sakit.

Mendengar penjelasan bupati tersebut, kata Kabag Humas Rinaldi, maka perwakilan masyarakat dapat memahami namun mereka meminta pemkab melakukan beberapa hal, diantaranya, pemerintah kabupaten melakukan sosialisasikan kepada masyarakat.

Berkaitan dengan sosialisasi kepada masyarakat, pada kesempatan itu, bupati langsung memerintahkan Direktur RSUD M. Painan, dr. Sutarman dan Kepala Dinas Kesehatan dr. Satria Wibawa melakukan sosialisasi kepada masyarakat pada sore harinya, sehingga masyarakat pun dapat menerima rencana pemerintah.

Selain itu, lokasi rusunawa juga akan dipagar dengan seng, sehingga akses masuk hanya ada satu pintu, serta membagikan masker dan melakukan penyemprotan disinfektan di rumah masyarakat.

Sebagaimana diketahui sebanyak 62 orang warga yang pernah kontak dengan pasien terindikasi positif akan diisolasi di rusunawa yang ada di Muaro Painan. Namun rencana tersebut mendapat penolakan dari masyarakat sekitar pada Jumat (27/3).

Menindaklanjuti penolakan tersebut Bupati Hendrajoni mengundang perwakilan masyarakat untuk melakukan dialog pada Sabtu (28/3). Berdasarkan pertemuan tersebut akhirnya masyarakat dapat memahami dan mendukung rencana tersebut.***