Kawasan Wisata Bahari Jembatan Pelangi Bakal Jadi Ikon Wisata Unggulan di Pessel

PESSEL, RELASIPUBLIK – Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni secara langsung meresmikan Objek Wisata Bahari Jembatan Pelangi Muaro Kandis, di Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, Sabtu (04/07/2020) .

Peresmian yang ditandai dengan pelepasan ke udara itu juga dihadiri oleh Anggota DPRD Dapil IV, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Hadi Susilo, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Ir.Nuzirwan.N, MT, Camat Linggo Sari Baganti, Ahmad Hidayat S.Stp.Msi, dan beberapa kepala Perangkat Daerah lainya.

Dalam sambutannya Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, menjelaskan bahwa sektor pariwisata saat ini sudah dijadikan sebagai sektor unggulan di daerah itu.

“Dijadikan unggulan, sebab potensi pengembangannya sangat besar, dan hampir dimiliki oleh semua nagari, termasuk juga di Nagari Muaro Kandis Pungasan ini sendiri,” katanya.

Kawasan wisata ini bisa terwujud karena ide camat dan wali nagari.

“Berkat ide itu, sehingga nagari ini telah memiliki pemasukan sebesar Rp 1 juta setiap hari sebagaimana informasi yang saya terima. Ini patut di apresiasi, sebab potensi wisata yang dimiliki oleh nagari ini, telah mampu mendatangkan pemasukan oleh nagari yang bisa digunakan untuk pembangunan,” katanya.

Dia berharap kawasan Wisata Bahari Jembatan Pelangi Muaro Kandis tersebut akan menjadi ikon wisata unggulan di Pessel.

“Untuk itu ke depan kita akan menggelar berbagai iven yang bisa mendukung lonjakan kunjungan wisata ke kawasan ini,” ucapnya.

Wali Nagari Muaro Kandis Pungasan, Elkamsi, dalam kesepakatan itu juga menyampaikan bahwa pada tahun 2009 lalu, nagari itu dihantam abrasi pantai dan mengakibatkan kerusakan rumah sebanyak 25 unit.

“Berbagai kerugian dan kerusakan yang terjadi saat itu, sekarang terlihat sudah dilakukan perbaikanya. Dan itu dilakukan secara bertahap, hingga berkembang menjadi taman wisata andala di nagari ini,” katanya.

Berdasarkan hal itu, sehingga tidaklah berlebihan jika kawasan wisata ini dikatakan berkembang dari peristiwa bencana abrasi Pantai yang terjadi pada 2009 lalu.

Dia mengungkapkan bahwa perbaikan secara bertahap itu mulai dirasakan perkembangannya oleh masyarakat sejak tahun 2017.

“Saya katakan demikian, sebab memasuki tahun 2017, di kawasan ini mulai dikucurkan dana sebesar Rp 3 miliar untuk renovasi sungai, kemudian dilanjutkan pada tahun 2019 Rp 5,4 miliar. Memasuki tahun 2020, kembali mendapatkan bantuan abrasi sebesar Rp 4,5 miliar.

“Berkat bantuan itu, sehingga pemerintah nagari bersama masyarakat melakukan swadaya pula pembangunan jembatan pelangi, sebagai mana peresmian dilakukan saat ini,” jelasnya.

Dia berharap jembatan yang masih semi permanen dengan material utama dari pohon bambu itu, bisa ditingkatkan menjadi jembatan permanen.

“Harapan ini saya sampaikan, sebab kawasan wisata ini sangat ramai dikunjungi masyarakat, terutama pada hari libur sebagaimana saat ini,” harapnya.

Dia menjelaskan bahwa di masa new normal saat ini, para pengunjung wisata juga diwajibkan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. **