Irjen Fakhrizal : Saya Pilih Genius Karena Cerdas, Visioner dan Santun

PADANG, RELASIPUBLIK– Pengusaha muda sukses Doni Oskaria menilai Irjen Fakhrizal sangat cerdas memilih Dr. Genius Umar, M.Si menjadi pasangannya untuk maju sebagai Calon Perseorangan (independen) dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumbar. Di mata Doni, Genius yang saat ini menjabat sebagai Walikota Pariaman, adalah sosok yang selain cerdas, tapi visioner.

“Bagi saya, Genius ini yang sebenarnya pemimpin dan sangat cocok untuk Sumbar ke depan. Beliau, selain cerdas serta punya visi yang jauh ke depan, juga sosok pejabat yang mau belajar dan berdiskusi dengan banyak pihak serta mau bertanya ketika sesuatu itu memang tak dipahaminya. Ini yang pemimpin. Tidak menonjolkan ego sendiri,” ungkap Doni Oskaria dalam diskusi ringan dengan sejumlah pemimpin redaksi media cetak, elektronik dan online di sebuah hotel di Padang beberapa waktu lalu.

Doni mengaku beberapa kali bertemu dan berbincang dengan Genius. Dari situlah dia memahami dan mengetahui bahwa Genius selain seorang pekerja keras, juga punya sikap yang jelas dan tegas. Karena itu bagi Doni, pemimpin seperti Genius inilah orangnya yang tepat untuk mengatasi permasalahan Sumbar hari ini.

“Dia itu orangnya luar biasa. Baik dari cara berpikirnya, maupun dari caranya bertindak untuk mencarikan solusi dari masalah yang muncul. Genius itu bagi saya, lebih tepatnya itu sebagai gubernur. Namun karena usianya masih muda, untuk saat ini biarlah dia mendampingi Pak Fakhrizal. Walau sebenarnya, orang seperti Genius inilah yang dibutuhkan Sumbar,” ungkap Doni.

Doni juga sekaligus mempertanyakan siapa tokoh yang merekomendasikan Genius Umar untuk mendampingi Irjen. Fakhrizal, hingga keduanya berpasangan. Karena, pilihan itu sempat mengagetkan publik Sumbar. Mungkin karena Genius baru setahun lebih menjabat Walikota Pariaman, sehingga banyak yang tidak yakin dia akan mau berpasangan dengan Irjen Fakhrizal. Ditambah lagi usia Genius masih tergolong muda.

Irjen Fakhrizal kepada awak media memaparkan alasannya memilih Genius Umar untuk mendanpinginya melalui jalur independen. Menurut Fakhrizal, selain masih muda dan enerjik, Genius juga seorang doktor dan pintar. Orangnya juga ikhlas,rumah tangganya harmonis.“Saya lihat, dia orangnya juga tulus. Pandangannya untuk Sumatera Barat ini bagus. Saya tahu itu karena saya sudah beberapa kali bertemu dan diskusi dengan beliau. Makanya, saya pilih Pak Genius. Banyak yang pingin ikut (jadi pendamping, red) saya, tapi saya melihat pakai hati, jatuh hati saya dengan dia (Genius),” ungkap Fakhrizal.

Dan pilihan berpasangan dengan Genius, bagi Fakhrizal sudah bulat.Karena, banyak tokoh yang dilirik sebelumnya, pilihan hatinya tetap saja ke Genius, karena dinilai cocok dengannya. Apalagi latar belakangnya juga seorang birokrat sehingga bisa saling mengisi jika nantinya terpilih.

“Saya sudah empat kali bertemu langsung dengannya. Pertama, saat saya kunjungan kerja ke Pariaman. Saat itu dia masih menjabat wakil walikota. Saya berbincang dengannya. Ternyata, Pak Genius ini pemimpin muda energik, punya pandangan-pandangan yang bagus untuk Sumbar ke depan. Lalu, saya ketemu lagi saat koordinasi pengamanan Pilkada Pariaman dan Pak Genius ketika itu mencalonkan diri. Pertemuan ketiga, saat saya ke Pariaman menghadiri pembukaan Festival Tabuik. Saya melihat Pak Genius mampu menggerakkan massa dan mampu memenej acara yang dihadiri ratusan ribu orang itu dengan baik. Terakhir, saya bertemu di acara Forkopimda di Sentul, Bogor. Saat itu saya ”tembak” beliau langsung di depan gubernur. ”Pak Wali, siap jadi pasangan saya?” kata saya. ”Siap Pak Kapolda,” katanya. Terus saya bilang ke gubernur, saya kalau maju Pak, saya sama Genius. Gitu ceritanya. Usai acara di Sentul, saya telpon Pak Genius. Dia bilang, ”Saya kalau dengan Pak Kapolda, saya siap. Bismillah Pak Kapolda,” katanya.

Terkait dengan Undang-Undang Pilkada yang mengatur bahwa calon dari TNI/Polri dan anggota legislatif harus menyerahkan surat pengunduran diri, Fakhrizal menegaskan bahwa begitu mendaftar dan menyerahkan persyaratan ke KPU, maka dia akan mundur dari Polri.

“Sportif kan? Supaya saya juga tidak terganggu. Walaupun saat mendaftar itu, masa bakti saya masih setahun lebih lagi,” jelasnya.

Bagi Fakhrizal, semua calon punya peluang dan kesempatan yang sama dan itu dijamin undang-undang. Semua juga punya massa masing-masing. “Tapi kita harus bertarung secara sportif. Coba lihat, selama ini saya tidak pernah mengganggu yang lain kan? Kita harus bertarung sportif sajalah. Biarkan masyarakat yang menilai dan memilih pemimpinnya. Terpenting, kita harus sama-sama saling membesarkan satu sama lain, bukan saling menjatuhkan,” harap Irjen. Fakhrizal. (rls/fc)