Dinkes Pessel Akui Kerjasama Puskesmas dan RS Pratama Tapan masih Kapitasi

107

PAINAN, RELASIPUBLIK – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Satria Wibawa, mengakui kerjasama Puskesmas dan RSU Pratama Tapan dengan BPJS Kesehatan masih bersifat kapitasi.

Ia menyampaikan, kerjasama kapitasi karena Puskesmas dan RS Pratama Tapan berstatus Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

“Kerjasama itu bisa dalam bentuk kapitasi dan non-kapitasi,” ujarnya.

Kerjasama kapitasi adalah bentuk kerjasama BPJS Kesehatan dengan FKTP seperti Puskesmas. Rumah Sakit Pratama dan klinik perorangan, minimal 5.000 orang peserta.

Dalam kerjasama ini, BPJS membayar di muka dana kapitasi pada bendahara FKTP, sesuai jumlah peserta yang terdaftar. Pembayaran paling lambat tanggal 15 setiap bulannya.

Saat ini, lanjutnya, masih ada satu Puksesmas di Pessel yang belum berkerjasama kapitasi dengan BPJS, dari total Puskesmas 20 dan satu RS Pratama.

Ketika ditanyai soal besaran dana kapitasi yang diterima FKTP di Pesisir Selatan tiap bulan, ia enggan menjawab. “Saya sedang ditunggu. Ada penilaian kabupaten sehat,” ujarnya sambil berlalu.

Secara terpisah, Direktur RS Pratama Tapan, Asrul menyampaikan alokasi dana kapitasi yang dikelola RS Tipe D itu sebesar Rp600 juta setiap tahunnya.

Pembiayaan itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). “Ya, besarannya segitu. Itu untuk 1.200 pasien,” jelasnya.

Sedangkan alokasi dari BPJS, ulasnya dana yang diterima setiap bulannya hanya Rp25 juta, untuk 50 orang pasien yang dilayani setiap harinya.

BPJS, menurutnya tidak menyetorkan terlebih dahulu dana tersebut setiap bulannya. Akan tetapi, penyetoran setelah adanya laporan kerja dan tagihan setiap bulannya.

Semenatara, Humas BPJS Kesehatan Padang, Bobi A. Andrean menyebut, besaran alokasi kapitasi berkisar Rp3 ribu-Rp6 ribu per pasien, tergantung jumlah dokter.

Sedangkan sesuai aturan, untuk RS Pratama Rp8 ribu-Rp10 ribu per orang. “Pembayaran dibayarkan terlebih pada FKTP setiap bulan,” terangnya.

Untuk Pessel, ungkapnya dana kapitasi yang dibayar BPJS Kesehatan kurang lebih Rp1.5 miliar setiap bulannya.

“Ya, itu periode Juli untuk 20 Puskesmas dan RS Pratama. Tidak flat. Tapi lebih kurangnya tidak banyak. Bisa kisaran Rp1,48 miliar atau Rp1,52 miliar,” ungkapnya.

Besaran itu, sesuai dengan jumlah penerima Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Kartu Indonesia Sehat di Pesisir Selatan yang mencapai 283.731 jiwa, tutupnya. (min)