Derita Balita Berkelainan Organ Fital

43

LIMAPULUH KOTA, RELASIPUBLIK –– Nasib malang menimpa seorang balita di Jorong Subarang Aie, Nagari Batu Payuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban. Terlahir dengan kondisi berkelainan pada organ tubuh, kini ia terpaksa makan pakai slang lewat hidung, dan Buang Air Besar (BAB) dari perut.

Orang tua mana yang tidak akan sedih, jika melihat kondisi anaknya setiap hari meringis kesakitan akibat kelainan organ yang dideritanya. Kondisi tubuh Akhtar Ghazy Arkananta (22 bulan) yang tidak sempurna membuatnya selalu kesulitan beraktifitas, tidak seperti anak kebanyakan.

Saban hari, Akhtar hanya bisa terbaring di tempat tidur dalam rumahnya. Kedua orang tuanya, Arga Saputra (35) dan Latifa Armila juga hanya bisa pasrah dengan kondisi yang menimpa putra semata wayangnya itu. Betapa tidak, Akhtar tidak terlihat seriang anak-anak lain sebayanya.

“Setiap hari anak kami hanya terbaring lemah di tempat tidur. Yang membuat saya sedih setiap hari, ketika harus melihatnya menahan rasa sakit saat makan dan buang air (BAB). Ia kesakitan, karena kondisi organnya yang tak sempurna,” kata Latifa kepada wartawan di kediamannya.

Latifa memang terlihat sedih ketika bercerita perihal putra kecilnya itu. Akhtar yang lahir pada 30 November 2017 ini, dikatakan, memang mengalami kelainan organ fital sejak lahir. Padahal dari hasil pemeriksaan dan USG oleh dokter kandungan, tidak ditemukan gejala aneh saat ibunya mengandung.

“Anak saya lahir secara prematur di RSI Ibnu Sina Payakumbuh, karena waktu itu memang kondisinya tidak bisa melahirkan normal. Kami baru tahu, ada kelainan ketika sudah lahiran,” terang Latifa. Saat bercerita, suara Latifa sempat tersekat.

Kondisi tubuh anaknya tersebut, seperti mengalami pembengkakan pada organ vital dan menonjol keluar. Tim dokter mendiagnosa Akhtar mengalami kelainan organ fital (ektrofi kloaka compalocle) sehingga kendung kemihnya terletak di dinding perut.

Tak cuma itu, tim medis juga menemukan tulang Pelvisnya bermasalah. Awalnya, Akhtar dirujuk ke RSUD Adnaan WD Payakumbuh untuk menjalani pemeriksaan. Selama 17 hari di RSUD Adnaan WD, ia dirujuk ke RSUP M Djamil Padang hingga menjalani rawat inap disana selama 2,5 bulan.

Saat itu, mereka beruntung karena sudah memiliki BPJS, sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya operasi dan rawat inap yang mencapai puluhan juta. Mengingat, baik ayahnya Arga berprofesi pedagang kecil, sedangkan sang ibu, Latifa, hanya berstatus IRT.

“Ketika berusia 3 bulan, dirawat di M Djamil, sempat dioperasi untuk membuatkan jaringan kolostomi atau tempat pembuangan di perut. Disana ketahuan, jenis kelamin anak saya itu laki-laki,” tutur Latifa diamini suaminya, Arga.

Karena keterbatasan peralatan, Akhtar dirujuk ke RSCM Cipto Mangungkusumo. Selain dengan biaya pribadi, mereka mengaku sempat dibantu seorang donatur yang bermurah hati menyediakan tempat tinggal dan biaya makan di Jakarta Pusat. Akhtar disana sempat dirawat inap sekitar 7 bulan.

Hingga akhirnya, tim dokter rumah sakit meminta menunggu operasi lanjutan pemasangan alat, buat menutupi bagian kandung kemih yang menonjol keluar. Kemarin, di rumahnya Akhtar ditemani orang tua dan keluarga. Ia tampak kesulitan bergerak, karena selang makanan tertempel ke dalam rongga hidung.

Latifa sangat rajin membersihkan bagian perut anaknya yang basah dan kotor ketika BAB. Sesekali, kandung kemih itu disiramnya menggunakan air infus lalu diseka dengan kain bersih, lalu ditutupi kain perban. Yang menyulitkan bagi mereka, adalah biaya membeli susu Akhtar yang bermerek, Nutricia Nutri Drink, yang dibanderol seharga Rp2 juta satu dusnya.

“Susu ini makanan khusus balita dianjurkan rumah sakit, tidak dijual bebas disini. Hanya bisa dipesan ke Jakarta. Satu dus itu, isinya 6 kaleng, berisi satu kilogram. Biasanya ini hanya cukup 24 hari makan. Dimasukkan ke lambungnya memakai, slang melewati hidung,” tuturnya.

Kedua orang tua bocah malang tersebut mengaku sangat membutuhkan uluran tangan para dermawan. Mengingat, kini keduanya tidak bisa bekerja mencari uang, karena terpaksa standby di rumah menjaga sang buah hati. Jika ada yang ingin bersimpati, dapat melalui nomor rekening BRI: 5505-01-024462-53-6 atas nama Arga Saputra, atau bisa menghubungi contac person; 085215583130. Siapa yang ingin peduli?